Peran Dokter Spesialis Neurologi

Dokter spesialis neurologi yaitu dokter pakar dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berhubungan dengan metode syaraf, termasuk otak, otot, syaraf perifer, dan syaraf tulang belakang. Sebelum menjadi pakar neurologi, dokter semestinya menuntaskan pengajaran khusus dalam neurologi.

Secara biasa, pakar neurologi bisa dibagi menjadi dua pantas dengan sistem perawatan yang diberi, adalah pakar bedah syaraf dan pakar syaraf yang mengobati penyakit neurologis dengan sistem non-bedah.

Untuk menjadi pakar bedah syaraf, umumnya seorang dokter semestinya menjalani pengajaran residensi bedah syaraf setidaknya 6 tahun sesudah lulus dari sekolah kedokteran biasa. Pengajaran yang panjang ini membikin pakar bedah syaraf masih amat jarang di sebagian negara, termasuk Indonesia.

Bidang Neurologi

Dalam dunia medis itu sendiri, bidang kerja pakar neurologi bisa dibagi menjadi delapan sub-spesialisasi. Dokter spesialis yang sudah mempelajari pengajaran subspesialisasi disebut konsultan. Pembagian bidang neurologi ini bertujuan untuk memfasilitasi penanganan gangguan metode syaraf pasiennya.

Berikut ini yaitu subspesialisasi dalam bidang neurologi, adalah:

  • Neurologi anak
    Dokter spesialis konsultan neurologi si kecil lebih konsentrasi pada pengelolaan gangguan neurologis pada si kecil-si kecil, mulai dari bayi sampai remaja. Banyak gangguan neurologis yang bisa ditangani oleh konsultan neurologi pediatrik termasuk kejang, ayan, hidrosefalus, kelemahan otot, dan tumor otak pada si kecil-si kecil.
  • Neurologi ayan / Epilepsi
    Suatu variasi neurologi yang terspesialisasi dalam mendiagnosis dan mengelola ayan.
  • Neurologi vaskular
    Bidang neurologi yang berspesialisasi dalam mempelajari dan mengobati penyakit pada pembuluh darah otak seperti stroke dan kelainan pada penyusunan pembuluh darah otak (Arteriovenous Malformation / AVM).
  • Neurologi nyeri dan syaraf tepi
    Subspesialisasi pakar neurologi yang konsentrasi mendiagnosis dan mengelola penyakit yang terkait dengan keluhan nyeri dampak gangguan syaraf perifer dan otonom. Sebagian kelainan neurologis yang ditangani oleh konsultan neurologi nyeri mencakup neuropati diabetik, neuropati otonom, nyeri dampak cedera, dan kerusakan syaraf.
  • Neurologi intervensi
    Bidang neurologi yang berkonsentrasi pada perawatan kelainan metode syaraf sentra di otak dan sumsum tulang belakang dengan teknologi radiologis dan sistem perawatan minimal invasif, seperti pemasangan klip atau cincin di otak atau terapi radiasi untuk mengobati tumor otak.
  • Neuro-onkologi
    spesialis neuro-onkologi yang berspesialisasi dalam menangani tumor atau kanker otak atau sumsum tulang belakang.
  • Neurologi Geriatri
    Bidang neurologi dikonsentrasikan pada diagnosis dan pengobatan penyakit neurologis dampak penuaan. Dokter konsultan neurologi geriatrik mempunyai kespesialisan dalam menangani penyakit neurologis pada lansia.
  • Neurologi intensif dan kondisi darurat
    Salah satu subspesialis di bidang neurologi yang berspesialisasi dalam mendiagnosis, merawat, dan merawat pasien dengan gangguan metode syaraf dengan situasi kritis. Dokter konsultan neurologi di bidang ini juga menangani kasus darurat berhubungan penyakit neurologis.

Tak jarang, subspesialis neurologi ini berkolaborasi dengan pakar lain dalam menolong perawatan pasien, salah satunya yaitu pakar bedah syaraf bila kasus yang sedang dirawat membutuhkan pembedahan syaraf.

Penyakit yang Bisa Diobati oleh Dokter Spesialis Neurologi

Seperti dibeberkan di atas, pakar neurologi mempunyai pengetahuan mendalam perihal penyakit yang berhubungan dengan metode syaraf manusia. Ketika seorang dokter berpergian ke casino www.betberry.win/casino/, dan menemukan seorang yang jatuh karena penyakit stroke mereka berhak dalam menangani pasien tersebut. Sebab itu, seorang pakar syaraf bisa mempertimbangkan diagnosis dan pengobatan terbaik pantas dengan situasi pasien. Berjenis-jenis penyakit neurologis yang lazim ditangani oleh pakar neurologi, termasuk:

  • Stroke.
  • Ayan.
  • Tumor metode syaraf.
  • Sklerosis multipel.
  • Demensia, semisal pada penyakit Alzheimer.
  • Gangguan gerak.
  • Myasthenia gravis.
  • Infeksi metode syaraf sentra, seperti meningitis, bernanah otak, dan radang otak (ensefalitis).
  • Penyakit Lou Gehrig.
  • Gangguan sumsum tulang belakang.
  • Migrain / sakit kepala parah.
  • Neuropati perifer.
  • Tremor.
  • Penyakit Parkinson.
  • Syaraf terjepit.
  • Nyeri berhubungan gangguan syaraf.

Yang Bisa Dilaksanakan Dokter Neurologi

Dalam membikin diagnosis, umumnya pakar neurologi akan melacak riwayat medis pasien dan gejala yang dinikmati pasiennya. Sesudah itu, pakar syaraf akan menjalankan serangkaian pemeriksaan jasmaniah biasa dan pemeriksaan jasmaniah neurologis yang berkonsentrasi pada otak dan syaraf tepi untuk mendiagnosis gangguan syaraf yang dialami oleh pasien. Pemeriksaan ini bisa berupa pemeriksaan syaraf visual, tenaga otot, refleks, bicara, sensasi sentuhan, koordinasi, dan keseimbangan.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis, pakar syaraf tak jarang memberi anjuran pasien mereka untuk menjalankan percobaan tambahan, seperti:

  • Percobaan lab: percobaan air kencing, percobaan darah, dan analisa cairan otak.
    Pemeriksaan radiologis: CT scan, MRI, PET scan, angiografi, X-ray, pemeriksaan USG.
  • Percobaan lab: percobaan air kencing, percobaan darah, dan analisa cairan otak.
    Pemeriksaan radiologis: CT scan, MRI, PET scan, angiografi, X-ray, pemeriksaan USG.
  • Percobaan listrik syaraf: pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan gelombang listrik otak (electroencephalogram / EEG), listrik syaraf otot (electromigraphy / EMG), pemeriksaan syaraf mata dan keseimbangan organ (electronistagmorafi / ENG).
  • Biopsi: Lazimnya dokter akan memberi rekomendasi pemeriksaan biopsi otak dan jaringan syaraf untuk tumor metode syaraf. Pemeriksaan ini berkhasiat untuk mempertimbangkan apakah tumornya ganas atau tak.

Sesudah membuat diagnosis, pakar syaraf akan mempertimbangkan sistem pengobatan apa yang pantas untuk situasi pasien. Biasanya, langkah pertama dalam perawatan yang diberi oleh pakar syaraf yaitu pemberian obat-obatan untuk mengurangi gejala yang timbul. Apabila pasien membutuhkan operasi pada syaraf, pakar syaraf akan mengacu pasien ke pakar bedah syaraf.

Kapan Pergi ke Neurologis?

Penyakit neurologis kadang-kadang tak mempunyai gejala yang khas dan malahan menyerupai situasi medis lainnya. Sebab itu, Anda semestinya langsung memeriksakan diri ke pakar syaraf bila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Kejang.
  • Tremor.
  • Kesusahan berjalan.
  • Gampang lelah.
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot.
  • Kerap mengalami mati rasa atau mati rasa di komponen tubuh tertentu.
  • Massa otot berkurang (atrofi otot).
  • Rasa sakit yang tidak tertahankan.
  • Hilangnya penglihatan.
  • Kesusahan mengobrol.
  • Gangguan menelan.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Pemintalan pusing (vertigo).

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Bersua Pakar Syaraf?

Sebelum bersua dengan pakar syaraf, ada sebagian hal yang semestinya Anda persiapkan. Ini dikerjakan untuk mempermudah pakar neurologi mempertimbangkan perawatan yang ideal untuk Anda. Berikut yaitu sebagian hal yang semestinya Anda persiapkan sebelum bersua dengan ahli syaraf:

  • Bawa seluruh hasil pemeriksaan yang sudah Anda lakukan sebelumnya dikala menemui dokter neurologi.
  • Jelaskan seluruh gejala dan keluhan yang Anda rasakan secara mendetail.
  • Ceritakan juga perihal riwayat penyakit, obat-obatan yang sedang dikonsumsi (termasuk suplemen dan obat-obatan herbal), dan alergi yang Anda miliki.
  • Mintalah keluarga atau sahabat Anda untuk mengantar Anda selama pertemuan Anda dengan seorang pakar syaraf.

Kecuali itu, siapkan tarif yang dibutuhkan untuk menjalankan inspeksi. Sebab itu, tarif pemeriksaan yang akan Anda keluarkan mungkin tak kecil, secara khusus bila Anda memerlukan bedah syaraf.